YSK: URGENT ACTION – Penyerangan dan Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh Singkil

Yayasan Satu Keadilan mengecam aksi penyerangan dan pembakaran Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Desa Dangguren Kabupaten Aceh Singkil. Peristiwa yang terjadi pada hari ini (13/10) merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Kami telah mendapatkan informasi bahwa pada hari Kamis, 9 Oktober 2015 telah beredar pesan singkat (SMS) yang diterima oleh sebagian besar masyarakat di Aceh Singkil. Pesan tersebut berisikan ajakan untuk memerangi keberadaan gereja di Kabupaten Singkil.

Pesan tersebut diduga sebagai rangkaian dari tututan sekelompok warga di Aceh Singkil yang melakukan demonstrasi menuntut Bupati Aceh Singkil atau Pemkab Aceh Singkil untuk membumi hanguskan gereja yang tidak sesuai dengan peraturan tahun 1979 dalam kurun waktu 1 minggu sejak demonstrasi tersebut dilakukan.

Merespon kekhawatiran warga atas beredarnya pesan tersebut, Pimpinan agama dari Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) telah menemui Bupati Aceh Singkil untuk meminta perlindungan namun tidak mendaptakan respon. Bupati Aceh Singkil, Sapriadi, SE menolak memberi perlindungan bahkan meminta kepada umat kristiani di Aceh Singkil agar mematuhi kesepakatan pada tahun 1974 terkait dengan pembatasan jumlah bangunan gereja.

Pada Senin (12/10) Bupati Aceh Singkil memutuskan untuk membongkar puluhan bangunan Gereja, keputusan tersebut diambil setelah melakukan pertemuan yang dihadiri oleh Anggota DPRD Kabuten Aceh Singkil, Forum Komunikasi Umat Beragama, Ulama dan sejumlah Ormas Islam di Aceh Singkil.

Situasi mencekam dan warga ketakutan atas beredarnya informasi penyerangan tersebut, apalagi tidak adanya jaminan tegas dari aparat keamanan (TNI/Polri) dan Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada warga Kristiani yang menjadi sasaran provokasi.

Sehari setelah keputusan Bupati untuk membongkar sejumlah bangunan Gereja di Aceh Singkil, pada Selasa 13 Oktober 2015 sekira pukul 11.00 Wib dilaporkan massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang berkumpul dan bergerak melakukan penyerangan dengan sasaran ke bangunan-bangunan gereja di Aceh Singkil. Massa yang terdiri dari pemuda dan warga tersebut mengatasnamakan kelompok Pemuda Aceh Singkil Peduli Islam membakar sebuah bangunan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) yang terletak di Desa Dangguren Kabupaten Aceh Singkil. Akibat dari peyerangan ini, dilaporkan seorang warga meninggal dunia akibat luka tembakan dan 4 (empat) orang lainnya megalami luka. Massa juga sudah mulai menutup akses masuk dan keluar dari Aceh Singkil.

Aparat keamanan (TNI/Polri) tidak mampu mengendalikan massa yang terus bergerak menyerang dan membakar bangunan gereja. Sekira pukul 14.00 Wib dilaporkan bahwa puluhan Jemaat gereja GKPPD mandumpang di Kecamatan Suro mulai mengungsi ke Desa Bagindar Kabupaten Pakpak Barat. Sebagian besar Jemat GKPPD mandumpang resort Keras masih trauma akibat pembakaran gerejanya pada tangal 18 Agustus 2015 lalu.

Yayasan Satu Keadilan mendesak Presiden RI untuk segera mengambil langkah-langkah efektif untuk menghentikan penyerangan dan pembakaran rumah ibadah di Aceh Singkil. Presiden segera memerintahkan kepala Kepolisian RI untuk memaksimalkan pengamanan dan memberi pelindungan kepada warga yang menjadi sasaran penyerangan serta melakukan penegakan hukum kepada pelaku penyerangan.

Demikian hal ini Kami sampaikan.

Bogor, 13 Oktober 2015

Yayasan Satu Keadilan

Sugeng Teguh Santoso, S.H.
Ketua

Mendesak, Hubungi Bupati Aceh Singkil Bpk. Sapriadi, SE Nomor 0811642800 dan DANDIM Aceh Singkil 0813 2062 8974 untuk meningkatkan perlindungan kepada warga dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menghentikan serangan serta segera menginisiasi dialog untuk mencari solusi bersama dengan damai.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *